Selasa, 03 Maret 2015

kata kata


                         KATA-KATA

Sepotong asa dalam alunan angklung di bulan sabit yang menjuntai. Ada mereka, ada aku dan yang paling penat adalah ada benakku. Semuanya terjalin seperti jaring laba-laba di pojok blog ini.

Jumat, Februari 22, 2013


Membunuh kamu dalam sekejap


Beritahu aku bagaimana caranya membunuh kamu dalam sekejap
Intant
Sekali kedip
Sekali hirup
Sekali kedip!
Karena kamu terus melintas dalam ruang dan waktu hati dan pikiranku
Beritahu aku bagaimana caranya menghilangkan kamu dalam kenangan
Meski telah lama waktu berlalu
Kamu bersama dia
Aku bersama dia
Namun kenangan kita tetap bertahta
Beritahu bagaimana caranya menggantung kering semua rasa cinta tak tuntas ini
Karena rasa lelah ini tak tiba pada kata penghujung lelah
Selalu mencari dan mendamba
Apa kabar kamu disana?
Kini dan juga esok?
Beritahu aku bagaimana caranya bilang sudah adalah sudah
Sudah yang mengandung titik bukan koma
Agar aku tidak lagi bertanya-tanya
Apakah kamu masih teringat akan aku atau tidak?
Tangerang, 22 Februari 2013
Inspirasi dari seorang perempuan bernama Nining

Minggu, Januari 27, 2013


JIKA AKU SANGGUP


Disesap seteguk, terasa hangat dan manis.
Secangkir teh dipagi hari menemani sang gundah
Debar cepat dan kemarahan yang terselesaikan
Umpatan yang tertahan diujung lidah
Perasaan yang tertahan
Ujung kuku yang membeku
Lidah yang tak sanggup lagi bilang maaf
Pertahanan diri yang mulai melemah
Teringat akan sekian janji yang pernah terurai dulu
Tapi tak satupun jadi dibingkai dalam tindakan
Teringat akan manisnya kecupan setelah pertengkaran
Tapi selalu terulang dengan durasi yang mulai sering
Entah apa ini namanya
Kelelahan luar biasa
Kemarahan tertunda
Kebencian yang menganga
Seandainya aku sanggup untuk kali ini meninggalkan dia
Akan aku lakukan segera.
Segera.
Memulai hidup baru.
Itupun jika aku sanggup.
Jika aku sanggup.
Meninggalkan dia.
Minggu, 27 Januari 2013

Minggu, Agustus 26, 2012


Maaf


Dan bila diantara argumentasi panjang aku mulai diam

Mungkin itu saatnya kita menghentikan perbincangan



Lelah untuk selalu mengalah

Letih untuk selalu mengerti

Untuk selalu dipojokkan



Jika kau pikir kau yang selalu benar

Mungkin ini saatnya kau menggunakan kaca pembesar

Untuk melihat dengan jelas pori-pori hidupmu



Jangan dibilang aku tidak berusaha

Karena ini sudah sekuat tenaga yang aku punya

Dari dulu hingga sekarang



Tapi jika memulai maaf saja kau tak ingin

Untuk apa aku tetap berada disini

Kita seperti ada labirin yang tak memiliki kehendak untuk disibak



26 Agustus 2012 / Minggu

Dalam ruang kedap yang kau sebut maaf 


Rabu, Agustus 15, 2012


Jika benar nanti kita bertemu lagi



Detik masih menyusuri hari dan kamupun belum berlalu
Tapi kali ini aku mulai tenang mendengarkan kamu jauh dilubuk hati
Tetap berdoa untuk kamu diantara dua sujud
Selalu menginginkan yang terbaik buat kamu

Memang masih sekilas bayangan kita berkelebat
Tapi sudah tidak terlalu menyakitkan seperti awal
Mungkin pedihnya sudah terlena oleh angin dan waktu
Mungkin juga sudah mulai tenang dan tidak beriak seperti ombak

Sebaiknya bukankah aku tenang-tenang saja
Menjalani jalinan hari yang terhampar didepan mata
Tetap dengan harapan yang sama
Jika benar nanti kita bertemu lagi

Jika benar nanti kita bertemu lagi!

H. Nawi
15 Agustus 2012 / Rabu
Alm. Uke dalam kenangan 

Selasa, Mei 15, 2012


Jika dilanda asmara ya berputar saja





Jungkir balik merasakan kamu
Kadang ingin henti kadang ingin menjerit “LAGI!”

Akhirnya waktu juga yang kembali meredakan kegilaan kita
Semua teriakan marah itu akhirnya perlahan menjadi tertawa yang tertahan

Tiada hubungan tanpa noda
Tiada perasaan tanpa pangkal dan akhir
Jika dilanda asmara ya berputar saja
Toh nanti akan berhenti di satu pusaran yang sama irama

Kekasih, mari berdansa!
Nikmati saja ketukan di lantai dansa

15 Mei 2012 / Selasa 











Tulisan paling diminati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar